Gubernur Jambi H Zumi Zola. |
Jambipos Online, Jambi-Proses lelang jabatan di lingkungan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi kini terkuak adanya intervensi dari pihak
luar, yakni pihak asisten pribadi Gubernur Jambi Zumi Zola dan juga Media
Centre Pemenangan Zumi Zola. Kepentingan dua kubu ini santer terkuak mengingat
tarik ulurnya penentuan pemanang lelang jabatan itu.
Seperti dilansir IMCNews, pertarungan dua kepentingan
antara kubu Asisten Pribadi (aspri) Gubernur Jambi dan kubu Media Centre
ternyata tidak berhenti pada kapling-mengapling proyek yang sudah dimulai sejak
Zumi Zola dilantik sebagai Gubernur, pada Februari 2016 lalu.
Pertarungan itu dikabarkan semakin kencang pada proses
lelang enam jabatan penting pemprov. Setidaknya ada tiga posisi pimpinan tinggi
pratama yang menjadi pertaruhan kedua kubu ini, yaitu Kepala Dinas PU, Kepala
Dinas Pendapatan Daerah dan Direktur RS.Raden Mattaher.
Diantara ketiga itu, jabatan Kadis PU paling jadi target. Posisi
ini dianggap lahan basah untuk mendulang keuntungan material maupun politis.
Sejak awal dilelang, posisi ini sudah mengundang kritik dari sejumlah pihak,
antara lain Fraksi Gerindra dan PDIP yang menilai lelang bermasalah secara
hukum dan etika, Karena Kadis PU sebelumnya Ir PB Panjaitan saat itu masih
menjabat dinilai tidak cukup ada alasan untuk melelang posisi ini.
Ketua Fraksi Gerindra, Muhammadiyah SH, menanggapi
santernya pertarungan dua kubu ini dengan mewarning untuk menghentikan
intervensinya.
“Rakyat memberi kepercayaan pada Zumi Zola, bukan pada
timses, maka jika Zola menginginkan lelang jabatan berlangsung secara bersih
tanpa intervensi sesuai UU ASN, maka jangan coba-coba intervensi,"
ujarnya.
Ketika disinggung tentang empat nama calon Kadis PU yang
sedang menjalani tes di Semarang, Muhammadiyah mengatakan jika dari keempat
nama itu, nanti yang jadi adalah Vahrial Adi Putra, maka dipastikan benar Zola
dibawah tekanan. “Pokoknya kalau Adi Vahrial yang jadi, sah itu Zola dibawah
tekanan," kata Muhammadiyah.
Kabarnya, Adi Vahrial adalah calon yang dibekingi kubu MC,
sedangkan kubu aspri menyiapkan Mahmulis, Kadis PU Tanjabtim. Namun Mahmulis
terhempas langkahnya setelah digagalkan masuk 4 besar oleh kubu media center.
Kabarnya, Ketua panitia seleksi sempat "kena semprot" karena
"membuang" Mahmulis yang sangat diinginkan kubu Aspri.
Namun kubu aspri tidak putus akal, mereka menyiapkan calon
lain sebagai ganti Mahmulis. Dikabarkan saat ini sedang berlangsung lobi
kepentingan dengan tiga nama lain untuk menggantikan Mahmulis yang terdepak.
Akan berakhir seperti apakah lelang jabatan pemprov jilid 1
ini? apakah benar ia sekedar drama politik atau seleksi objektif ? Mengapa pula
panitia seleksi tidak "bersedia" mengumumkan secara transparant skors
dari setiap peserta lelang?, Benarkah Gubernur Jambi masih dalam pasungan dua
kubu timses? (JP-03)
0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE